Latest Entries »

Menurut laporan dari majalah Forbes, karyawan perempuan di Amerika Serikat mengakses film porno hampir 1.800 kali dalam dua pekan.

 

Ilustrasi perempuan nonton film pornoKaum perempuan juga, ternyata, menyimpan sekitar 600 gambar porno di komputer pribadinya (laptop).

 

Apa alasan kaum perempuan menyimpan gambar porno dan menonton film “jorok” tersebut?

 

Rasa ingin tahu

Sejumlah perempuan menganggap film porno sebagai tontonan yang menjijikan. Namun sebagian besar perempuan juga penasaran terhadap film porno yang digemari kaum pria, mengapa kaum Adam begitu menyukainya.

 

Mempelajari gerakan baru

Terkadang kaum perempuan mengalami kebosanan berhubungan intim dengan pasangannya, dan pemecahannya terkadang dengan menyaksikan film porno. Dalam hal ini film porno bisa jadi referensi dalam bercinta.

 

Menonton pria

Kaum perempuan merasa sulit menemukan pria bertelanjang dada, atau telanjang kecuali di pantai dan tempat tertentu. Film porno dapat dijadikan solusi kaum perempuan untuk berfantasi tentang sosok pria seksi.

 

Memperbaiki mood

Sama seperti kaum pria, kaum perempuan juga memanfaatkan film atau gambar porno untuk membangkitkan mood dan gairah seksual sebelum bercinta dengan pasangannya.

 

Berfantasi

Film porno bisa mejadi pelampiasan saat kaum perempuan ingin bermain nakal terhadap pasangannya.

 

Membunuh waktu

Ada sejumlah kaum perempuan yang memanfaatkan waktu senggangnya dengan menonton film porno.

 

Milik pasangan pria

Alasan perempuan menonton umumnya bisa jadi karena ingin melihat koleksi film porno pasangannya

 

Saat pertama kali wanita berhubungan intim, maka selaput daranya akan robek. Biasanya, kaum hawa yang baru bersanggama juga mengalami rasa sakit dan perih. Apakah kondisi ini selalu dialami perawan?

 

 

Istilah keperawanan ditujukan untuk wanita yang memang belum pernah berhubungan intim sebelumnya. Keberadaan selaput dara yang utuh, sering kali dijadikan bukti fisik keperawanan.

 

Jika Anda penasaran mengenai selaput dara dan organ genital kaum hawa, maka Wendy Darvill dan Kelsey Powell dalam bukunya The Puberty Book bisa menjawabnya.

 

”Semasa gadis, jalan masuk vagina tertutup sebagian oleh selembar kulit yang amat tipis yang disebut selaput dara (himen). Pada masa remaja, vagina juga berkembang, dan selaput dara kemungkinan tertarik melebar atau dapat pula robek. Biasanya, ini dapat diakibatkan pada saat si gadis berolahraga, melakukan masturbasi, atau menggunakan tampon,” jelas Wendy Darvill dan Kelsey Powell.

 

Jika selaput dara tidak robek dalam usia pubertas, lubang kecil yang sudah ada sejak seorang wanita dilahirkan masih memungkinkan darah menstruasi mengalir.

 

Sedangkan alat kelamin wanita yang berada di luar disebut pukas (vulva atau mons veneris). Bagian atas pukas terdiri dari jaringan lemak yang menggunung, yang ditutupi oleh gunung rambuber (mons pubis).

 

Di bawahnya ada dua lipatan kulit yang disebut bibir luar (labia majora) dan bibir dalam (labia minoria). Bibir luar juga tertutup rambut sesudah masa pubertas. Jika kedua paha wanita dirapatkan, bibir luar akan saling merapat. Bibir dalam akan kelihatan bila kedua paha dibuka. Bibir dalam lebih tipis daripada bibir luar dan peka terhadap sentuhan. Kedua bibir ini basah, karena adanya suatu cairan pelicin yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar di bibir (labia) itu.

 

Sedangkan vagina sendiri adalah saluran yang dindingnya berotot dan panjangnya sekira 10 sentimeter, yang menuju ke rahim (uterus atau womb). Darah menstruasi keluar dari tubuh melalui vagina. Dinding vagina saling bersentuhan dan permukaannya berlipat-lipat.

 

Jika wanita menggunakan tampon saat menstruasi, otot inilah yang akan menahan tampon pada posisinya. Pada saat persalinan, vagina dapat meregang agar si bayi dapat keluar.

 

Kelenjar-kelenjar dalam vagina menghasilkan cairan yang menjaga kebersihan dan kelembapannya. Bila seorang wanita terangsang gairah seksualnya, saluran vagina dapat melebar, menjadi lebih panjang dan lebih basah.

 

 

Penis, dari dahulu sudah menjadi problema utama kaum pria. Penis kadang menjadi lambang keperkasaan, tetapi kadang juga menjadi sumber kurang percaya diri.

 

Hilang percaya diri karena penis? Tanya kenapa ?

 

Yah .. karena berbagai mitos yang berbedar di masyarakat. Nah, biar infonya nggak salah dan supaya anda lebih banyak tahu berbagai info seputar alat kelamin pria. Silahkan lanjut baca artikel ini.

 

Mitos 1: Merasa Penisnya Kecil

 

Sebagian besar pria tidak hanya ingin penisnya berfungsi dengan baik, tetapi juga berharap ukuran penisnya cukup besar dibanding teman-temannya. Penis yang lebih besar membuat pria lebih percaya diri, terutama ketika harus menjalankan salah satu fungsinya, berhubungan seksual.

 

yang disayangkan adalah, seringkali para pria tersebut membandingkan ukuran penisnya ketika berganti baju bersama teman-teman di gym atau membandingkannya dengan aktor film porno.

 

Tentu saja, cara melihat seperti itu membuat penis terlihat lebih kecil. Jika anda ingin melihat ukuran penis yang sesungguhnya, berdirilah di depan cermin dan kemungkinan penis akan terlihat lebih besar ketimbang pada saat melihat penis teman di ruang ganti.

 

Mengenai aktor-aktor film porno, jangan jadikan mereka sebagai acuan. Aktor film porno bisa dikatakan memiliki ukuran penis di luar rata-rata. Ukuran semacam itu hanya dimiliki oleh sedikit sekali pria.

 

Mitos 2: Wanita Menyukai Penis yang Panjang dan Besar

 

 

Beberapa wanita memang menyukai ukuran penis yang lebih panjang dan lebih besar tetapi tidak semuanya seperti itu, hanya sebagian saja. Sebagian wanita yang lain tidak ambil pusing tentang ukuran penis.

 

 

 

Para pria selama ini berpikir bahwa penis yang lebih panjang adalah penis yang lebih baik. Menurut Peniswebsite, logika di atas mungkin muncul karena pria menganggap penis yang panjang dan besar akan memberikan kepuasan lebih terhadap wanita.

 

Logikanya memang tidak salah. Tetapi ketika berhubungan seks, sesungguhnya wanita tidak hanya mencari kepuasan fisik semata. Para wanita juga mencari getaran emosional, perasaan dicintai, merasa diperlakukan spesial, dihargai, dan keintiman dengan partnernya.

 

 

 

Pernyataan ini bukanlah kecapan kata semata. Kesimpulan ini diambil dari diskusi komunitas wanita yang berlangsung di internet.

 

 

Mitos 3: Penis Besar Adalah Penis yang Baik

 

 

Sebuah survey dilakukan terhadap komunitas wanita, Peniswebsite mengatakan wanita lebih menyukai penis yang tebal ketimbang penis yang panjang.

 

 

 

Menurut beberapa wanita dalam survey ini, penis yang panjang cenderung mengakibatkan rasa sakit ketika sedang berhubungan seksual.

 

 

 

Masih dari survey yang sama, penis yang tidak terlampau panjang namun tebal, lebih digemari karena mampu menyentuh g-spot wanita yang berada sekitar 1 inci dari mulut vagina.

 

 

Mitos 4: Pria Lebih Perkasa Jika Punya Penis Besar

 

 

Sesungguhnya yang membangun anggapan itu adalah para pria itu sendiri.

 

 

 

Sama sekali tidak ada fakta yang dapat membuktikan bahwa sifat jantan dan kelaki-lakian seorang pria berhubungan dengan ukuran penisnya.

 

 

 

Sifat-sifat yang membuat pria lebih jantan dan dihargai wanita antara lain, kemampuan untuk menjadi ayah bagi seorang anak, kekuatan karakter untuk menjadi contoh yang baik bagi keluarga dan masyarakat, kepedulian terhadap sekitar, bisa membuat rencana hidup yang bermakna, dan kemampuan untuk menetapkan pendirian dan idealisme hidup.

 

 

 

Hal-hal, seperti itulah yang akan membuat pria lebih dihargai masyarakat dan disukai wanita ketimbang hanya memiliki penis besar dan tidak memiliki nilai-nilai tadi.

 

 

Mitos 5: Penis Besar Membuat Hubungan Seksual Lebih Lama

 

 

Sepertinya itu salah besar. Lama atau tidaknya hubungan seksual tergantung oleh banyak hal dan ukuran penis tidak termasuk salah satunya.

 

 

 

Obat paling utama dari ejakulasi dini adalah kepercayaan diri, hubungan yang harmonis dengan pasangan, menghilangkan rasa takut dan bersalah ketika berhubungan seksual, dan komunikasi yang terbuka dengan pasangan.

 

 

Mitos 6: Penis Orang Asia Lebih Kecil

 

 

Mitos yang terakhir ini tidak sepenuhnya salah karena pertumbuhan badan seseorang memang dipengaruhi oleh faktor genetik.

 

 

 

Rata-rata ukuran penis orang berkulit hitam, lebih besar sekitar 1,5 sampai 3 cm dibanding ras kulit putih (kaukasia). Sedangkan penis laki-laki Asia, lebih kecil sekitar 1,5 sampai 3 cm dari ras kulit putih.

 

 

 

Ukuran testis masing-masing ras ini tentu saja berbeda sebanding dengan ukuran penisnya. Tapi perbedaan ini bukanlah tanpa sebab. Karena ternyata perbandingan ukuran vagina wanita Asia juga lebih kecil ketimbang ras lainnya.

 

Berikut ukuran rata-rata penis pria ketika ereksi berdasarkan ras menurut peniswebsite:

 

1. Oriental : Panjang 10,5-14 cm

Diameter 3,2 cm

2. Kaukasia : Panjang 14-15,5 cm

Diameter 4.8 cm

3. Kulit Hitam: Panjang 15,9-20,3 cm

Diameter 5 cm

 

Nah, kesimpulannya ukuran penis pria lebih banyak dipusingkan oleh pria sendiri ketimbang wanita.

 

 

 

Hubungan suami-istri yang harmonis bukanlah ditentukan oleh ukuran penis. Indahnya hubungan seks ditentukan langsung oleh kreativitas dan komunikasi masing-masing pasangan.

 

Perihal hubungan seksual (bercinta), Rasulullah SAW memberi petunjuk yang sangat sempurna, beralas etika dan estetika Rabbaniyah (ketuhanan). Bercinta tidak saja untuk menyehatkan jiwa, namun juga memberi kepuasan serta kenikmatan jiwa. Pitutur Rasulullah SAW tentang bercinta (senggama) adalah nasehat paripurna, utamanya demi menjaga kesehatan tubuh, mental, dan spiritual, berikut mewujudkan tujuan bersenggama itu sendiri. Diantara tujuan hubungan seksual menurut ajaran Islam ialah

 

1. Melahirkan dan menjaga kelangsungan keturunan. Dengan kelahiran putra-putri buah senggama, nantinya diharapkan akan lahir generasi penerus bagi keluarga dan kommunitas serta kesinambungan suatu bangsa;

 

2. Mengeluarkan air (sperma) berdampak positif bagi tubuh. Sebab apabila air sperma dibiarkan mengendap di dalm tubuh tanpa disalurkan ke ladang tempat bercocok tanam (fitrah penyaluran), akan berdampak buruk bagi tubuh maupun mental seseorang;

 

3. Media untuk menyalurkan hajat, guna merengkuh kenikmatan surga duniawi. Bedanya, bersenggama di dunia bisa melahirkan anak, sedang di surga keabadian tidak akan membuahkan anak, semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan baik, sesuai dengan etika dan estetika, serta aturan luhur yang selaras dengan nilai-niilai ajaran Islam.

 

Etika Sebelum Bercinta

Ajaran Islam mengajarkan etika senggama, yang harus dipahami setiap Muslim. Ada banyak ayat al-Quaran dan Sunnah Nabi yang menuturkan masalah etika bercinta ini. Karenanya, sebelum bercinta, setiap Muslim harus memperhatikan etika (adab) dan prasyarat bersenggama sebagai berikut:

 

Pertama, Tidak Menolak Ajakan Bercinta. Secara tabiat maupun fitrah, para lelaki lebih agresif, tidak memiliki energi kesabaran, serta kurang bisa menahan diri dalam urusan making love ini. Sebaliknya, para wanita cenderung bersikap pasif, pemalu, dan kuat menahan diri. Oleh sebab itu, diharuskan bagi wanita menerima dan mematuhi ajakan suami untuk bercinta. Dalam sebuah hadis dituturkan, Rasulullah SAW bersabda: Jika seorang istri dipanggil oleh suaminya karena hajat biologisnya, maka hendaknya segera datang, meski dirinya sedang sibuk (HR Turmudzi). Ajaran Islam tidak membenarkan perilaku para istri yang menolak ajakan suami mereka untuk bercinta. Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda: Allah melaknat wanita yang menunda-nunda, yaitu seorang istri ketika diajak suaminya ke tempat tidur, tetapi ia berkata, ‘nanti dulu’, sehingga suaminya tidur sendirian (HR Khatib). Dalam hadis lain dituturkan: Jika suami mengajak tidur istrinya, lalu sang istri menolak, yang menyebabkan sang suami marah kepadanya, maka malaikat akan melaknat istri tersebut sampai pagi tiba (HR Bukhari dan Muslim).

 

Kedua, Bersih dan Suci. Haid adalah penyakit bulanan yang tidak suci, wanita yang sedang haid berarti tidak suci. Karenanya, para suami yang istri mereka sedang mengalami datang bulan dilarang mensetubuhinya selama waktu haid. Manakala darah haid sudah berhenti, maka wajib bagi wanita membersihkan tubuhnya dengan air. Kemudian mengambil ‘secuil’ kapas atau kain, lalu melumurinya dengan kasturi atau bahan pewangi lainnya yang beraroma semerbak menawan, kemudian membilas bagian tubuh yang terlumuri darah saat haid, sehingga tidak ada lagi bau tak sedap pada tubuh sang wanita. Dalam sebuah riwayat dari Aisyah Ra dituturkan, suatu hari, ada seorang wanita bertanya kepada Rasulullah SAW, tentang cara bersuci (membersihkan diri) sehabis datang bulan. Rasulullah SAW bertutur kepada wanita tersebut: Ambillah bahan pewangi dari kasturi. Bersihkan dirimu dengannya. Wanita itu bertanya: Bagaimana caraku membersihkan tubuh? Rasulullah SAW menjawab: Bersihkan tubuhmu dari noda haid. Wanita itu bertanya lagi: Bagaimana caranya? Rasulullah SAW menjawab: Subhanallah, bersihkan dirimu! Aisyah Ra melanjutkan penuturannya: Aku lantas membisiki wanita itu, ‘Bilas tubuhmu yang terlumuri darah haidmu dengan pewangi kasturi’ (HR Bukhari).

 

Allah Azza wa Jalla juga menyatakan di dalam firman-Nya, bahwa syarat untuk melakukan hubungan badan ialah harus dalam kondisi suci. Kesucian tubuh dari ‘penyakit’ haid adalah demi mewujudkan seks sehat, sebagaimana firman-Nya: Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah. Haid itu adalah kotoran (penyakit). Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri (QS. al-Baqarah/2: 222).

 

Rasulullah SAW juga mengingatkan kepada para suami, agar tidak menyetubuhi istri mereka dalam keadaan nifas dan haid. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang bersenggama dengan wanita yang sedang haid, atau menyetubuhi wanita dari dubur (lubang anus)-nya, atau mendatangi paranormal (ahli tenung), dan mempercayai ramalannya, Maka sejatinya ia telah kufur (ingkar) dengan apa-apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW (HR Abu Daud). Dalam riwayat lain dituturkan, Rasulullah SAW bersabda: Datangilah istrimu dari arah depan atau dari arah belakang, tetapi awas (jangan menyetubuhi) pada dubur dan (jangan pula) dalam keadaan haid (HR Akhmad dan Tirmidzi). Lain daripada itu, selain harus suci – tidak haid dan nifas – pasangan Muslim harus bersih-bersih diri sebelum bercinta, agar tubuh mereka bersih dan percintaan yang dilakukan sehat.

 

Ketiga, Bercinta Sesuai Aturan Syariat. Salah satu tujuan making love (bercinta) adalah untuk melahirkan keturunan. Dan proses kelahiran hanya terjadi manakala terjadi pembuahan sperma laki-laki dan perempuan dalam rahim. Karenanya, bercinta harus dilakukan dengan cara yang benar, yatitu melalui tempat yang semustinya, bukan melalui anus (dubur) maupun lisan (oral sex) – sebagaimana yang jamak dilakukan orang-orang yang memiliki kelainan seksual, serta orang yang tidak paham niali-nilai agama. Lain daripada itu, bersenggama tidak sesuai aturan sama halnya menafikan kehormatan wanita yang disetubuhinya. Dan cara seperti itu mustahil bisa melahirkan keturunan. Ajaran Islam memberi syarat, bahwa senggama harus ditempatkan pada tempat yang semustinya, yaitu vagina wanita, bukan melalui anus (dubur) atau mulut wanita (seks oral). Sebab percintaan yang dilampiaskan pada tempat selain vagina, mustahil dapat membuahkan keturunan. Oleh sebab itu, Allah Azza wa Jalla berfirman: Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki (QS. al-Baqarah/2: 223).

 

Keempat, Berhias Diri. Diantara syarat bercinta ialah masing-masing pasangan – suami istri – harus berhias diri untuk menyenangkan dan menggairahkan percintaan yang hendak dilakukan. Diantara cara berhias diri dalam bercinta adalah:

 

1. Mambagusi bagian tubuh, yang merupakan lima organ fitrah, sebagaimana dituturkan Rasulullah SAW: Lima hal yang termasuk fitrah (sesuci), yakni mencukur kumis, mencukur bulu ketiak, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, dan khitan.

 

2. Menggunakan wewangian, yang paling utama adalah kasturi. Dalam sebuah riwayat dituturkan, bahwa tatkala seorang sahabat yang memberitahu Rasulullah SAW tentang adanya seorang wanita yang memerciki cincinnya dengan kasturi, Rasulullah SAW bersabda: Kasturi adalah sebaik-baik wewangian.

 

3. Memakai celak, dan jenis celak terbaik ialah yang terbuat dari bahan itsmid. Abdullah bin Abbas meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya sebaik-baik celak kalian adalah yang terbuat dari bahan itsmid. Ia dapat menajamkan penglihatan, serta menumbuhkan rambut. Al-Qur’an juga mengisyaratkan anjuran berhias diri bagi kaum wanita, sebagaimana firman-Nya: Orang-orang yang meninggal dunia diantaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber-’iddah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis ‘iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. (QS. al-Baqarah/2: 234) Sayyid Qutub dalam tafsirnya menjelaskan, bahwa redaksi al-Qur’an membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut adalah bukti otentik, dibolehkannya bagi kaum wanita untuk berhias diri, hal mana yang demikian itu dilakukan dengan tujuan agar datang lelaki meminangnya.

 

Kelima, Berdoa. Diantara etika seks dalam Islam ialah membaca doa sebelum melakukan persetubuhan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas dituturkan, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Jika salah seorang diantara kalian hendak mencampuri istrinya, maka hendaknya sebelum senggama membaca doa: Bismillah, Allahumma jannibnaa asy-syaithan, wa jannib asy-syaithana ma ruziqnaa (Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah jauhkanlah kami dari Setan. Dan jauhkan setan dari apa-apa yang Engkau karuniakan kepada kami (anak keturunan). Dengan memanjatkan doa, diharapkan anak yang lahir dari buah percintaan tidak goyah diperdaya setan, akan tetapi serta selalu dekat kepada Allah.

 

Keenam, Mencari tempat bercinta yang nyaman dan merahasiakan apa yang terjadi diantara suami istri pada waktu bercinta. Diantara syarat bercinta dalam Islam ialah mencari tempat yang nyaman dan merahasiakan apa yang terjadi pada saat bercinta, baik istri maupun suami, tidak diperkenankan menceritakan ‘geliat’ percintaan yang dilakukannya kepada orang lain.

 

Dalam sebuah hadis riwayat Abu Said Khudri, ia menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: Selazimnya bagi kaum lelaki diantara kalian yang hendak memenuhi hajat biologisnya, mencari tempat yang nayaman, jauh dari hiruk pikuk keluarganya, dan menutup pintu rapat-rapat, serta mengenakan sehelai kain, barulah bercinta (bersetubuh). Kemudian apabila telah selesai bercinta, hendaknya tidak menceritakan hubungan badannya kepada orang lain. Selazimnya bagi kaum wanita diantara kalian, yang hendak memenuhi hajat biologis, mencari tempat yang nyaman, menutup pintu rapat-rapat, dan mengenakan sehelai kain untuk menutup tubuhnya. Dan jika selesai memuaskan dahaga cinta, hendaknya tidak menceritakan hubungan intimnya kepada yang lain. Salah seorang wanita berujar: Demi Allah, wahai utusan Allah, kebanyakan daripada kaum wanita menceritakan apa yang mereka alami saat senggama kepada yang lain, serta jamak melakukan percintaan di tempat terbuka. Rasulullah SAW berkata tegas. Janganlah kalian melakukan hal seperti itu – menceritakan sesuatu saat senggama dan bersetubuh di tempat terbuka, serta bertelanjang bulat. Sebab perbuatan seperti itu, sama persisnya dengan perbuatan setan pria bertemu dengan setan wanita di tengah jalan, lalu bersetubuh di tempat terbuka, setelah setan pria selesai melampiaskan dahaga seksnya, lantas meninggalkan si wanita begitu saja. Rasulullah SAW juga meyerukan untuk mengenakan kain saat bercinta, sebagaimana sabdanya: Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla adalah maha lembut, maha malu, maha menutup diri. Dia mencintai rasa malu dan menutup aurat. Menutup aurat, tidak saja dalam ‘laku’ kehidupan di ruang publik, tetapi juga saat bercinta.

 

Ketujuh, Tidak bercinta saat melakukan iktikaf atau sedang dalam kondisi berihram. Orang yang sedang menjalankan iktikaf di masjid tidak boleh bersenggama, demikian pula orang yang sedang berihram, juga tidak boleh bercampur dengan pasangannya, sebagaimana diwartakan al-Qur’an: Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka jangnlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa (QS. al-Baqarah/2: 187). Usman bin Affan meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah SAW bertutur: Orang yang sedang melaksanakan ibadah Ihram tidak boleh bersenggama, maupun menikah atau melamar (HR Muslim). Dalam riwayat Turmudzi disebut dengan redaksi: Saat berihram dilarang bersetubuh.

 

Kedelapan, tidak bercinta dengan istri yang sedang datang bulan (haid). Ajaran Islam melarang pasangan suami istri bercinta saat sang istri sedang datang bulan. Sebab haid adalah penyakit, dikhawatirkan bayi yang lahir dari buah senggama pada kondisi seperti itu akan tidak sempurna (cacat). Allah menjelaskan dalam al-Qur’an: Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereke, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan meyukai orang-orang yang mensucikan diri (QS. al-Baqarah/2: 222). Ajaran Islam juga melarang suami menggauli istrinya ketika dalam keadaan nifas – usai melahirkan. Alasannya jelas, bahwa bercinta dalam ajaran Islam adalah termasuk laku ibadah, karenanya harus dilakukan pada waktu kondisi baik.

 

Kesembilan, memperhatikan kondisi fisik. Waktu yang paling tepat untuk melakukan hubungan badan adalah saat kondisi fisik dalam keadaan fit (segar bugar), yakni pencernaan makanan lancar, tensi tubuh seimbang antara panas dan dingin, kondisi perut tidak kenyang dan tidak lapar. Sebab bersenggama dalam keadaan tubuh tidak fit, pencernaan makanan tidak lancar, tensi tubuh terlalu panas maupun terlalu dingin, perut terlalu lapar maupun kenyang, akan membuat hububgan badan kehilangan maknanya, dan tidak bisa dinikmati bahkan melahirkan madharat (mara bahaya). Bersenggama dalam keadaan perut lapar lebih berbahaya ketimbang perut dalam keadaan kenyang. Lain daripada itu, tidak akan bisa merengkuhi nikmat senggama, lebih-lebih memberi kepuasan seksual kepada pasangan hidup. Rasulullah SAW bersabda: Jika seseorang diantara kamu bersenggama dengan istrinya, hendaklah ia lakukan dengan penuh kesungguhan. Kemudian, kalau ia telah menyelesaikan kebutuhannya sebelum istri mendapatkan kepuasan, maka janganlah ia buru-buru mencabut (kemaluannya), sampai istrinya menemukan kepuasan (HR Abdul Razaq)

 

Pemberian Cairan Infus Intravena (Intravenous Fluids)

 

 

Jika memungkinkan, jalur enteral digunakan untuk cairan. Panduan ini hanya digunakan pada anak yang tidak dapat menerima cairan melalui mulut.

 

Panduan ini berlaku untuk anak di atas usia neonatus (satu bulan).

 

Penggunaan terapi cairan intravena (intravenous fluid therapy) membutuhkan peresepan yang tepat dan pengawasan (monitoring) ketat.

 

Infus cairan intravena (intravenous fluids infusion) adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh, melalui sebuah jarum, ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh.

 

Secara umum, keadaan-keadaan yang dapat memerlukan pemberian cairan infus adalah:

 

Perdarahan dalam jumlah banyak (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)

Trauma abdomen (perut) berat (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)

Fraktur (patah tulang), khususnya di pelvis (panggul) dan femur (paha) (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)

“Serangan panas” (heat stroke) (kehilangan cairan tubuh pada dehidrasi)

Diare dan demam (mengakibatkan dehidrasi)

Luka bakar luas (kehilangan banyak cairan tubuh)

Semua trauma kepala, dada, dan tulang punggung (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)

Indikasi pemberian obat melalui jalur intravena

 

Indikasi pemberian obat melalui jalur intravena antara lain:

 

Pada seseorang dengan penyakit berat, pemberian obat melalui intravena langsung masuk ke dalam jalur peredaran darah. Misalnya pada kasus infeksi bakteri dalam peredaran darah (sepsis). Sehingga memberikan keuntungan lebih dibandingkan memberikan obat oral. Namun sering terjadi, meskipun pemberian antibiotika intravena hanya diindikasikan pada infeksi serius, rumah sakit memberikan antibiotika jenis ini tanpa melihat derajat infeksi. Antibiotika oral (dimakan biasa melalui mulut) pada kebanyakan pasien dirawat di RS dengan infeksi bakteri, sama efektifnya dengan antibiotika intravena, dan lebih menguntungkan dari segi kemudahan administrasi RS, biaya perawatan, dan lamanya perawatan.

Obat tersebut memiliki bioavailabilitas oral (efektivitas dalam darah jika dimasukkan melalui mulut) yang terbatas. Atau hanya tersedia dalam sediaan intravena (sebagai obat suntik). Misalnya antibiotika golongan aminoglikosida yang susunan kimiawinya “polications” dan sangat polar, sehingga tidak dapat diserap melalui jalur gastrointestinal (di usus hingga sampai masuk ke dalam darah). Maka harus dimasukkan ke dalam pembuluh darah langsung.

Pasien tidak dapat minum obat karena muntah, atau memang tidak dapat menelan obat (ada sumbatan di saluran cerna atas). Pada keadaan seperti ini, perlu dipertimbangkan pemberian melalui jalur lain seperti rektal (anus), sublingual (di bawah lidah), subkutan (di bawah kulit), dan intramuskular (disuntikkan di otot).

Kesadaran menurun dan berisiko terjadi aspirasi (tersedak—obat masuk ke pernapasan), sehingga pemberian melalui jalur lain dipertimbangkan.

Kadar puncak obat dalam darah perlu segera dicapai, sehingga diberikan melalui injeksi bolus (suntikan langsung ke pembuluh balik/vena). Peningkatan cepat konsentrasi obat dalam darah tercapai. Misalnya pada orang yang mengalami hipoglikemia berat dan mengancam nyawa, pada penderita diabetes mellitus. Alasan ini juga sering digunakan untuk pemberian antibiotika melalui infus/suntikan, namun perlu diingat bahwa banyak antibiotika memiliki bioavalaibilitas oral yang baik, dan mampu mencapai kadar adekuat dalam darah untuk membunuh bakteri.

Indikasi Pemasangan Infus melalui Jalur Pembuluh Darah Vena (Peripheral Venous Cannulation)

 

Pemberian cairan intravena (intravenous fluids).

Pemberian nutrisi parenteral (langsung masuk ke dalam darah) dalam jumlah terbatas.

Pemberian kantong darah dan produk darah.

Pemberian obat yang terus-menerus (kontinyu).

Upaya profilaksis (tindakan pencegahan) sebelum prosedur (misalnya pada operasi besar dengan risiko perdarahan, dipasang jalur infus intravena untuk persiapan jika terjadi syok, juga untuk memudahkan pemberian obat)

Upaya profilaksis pada pasien-pasien yang tidak stabil, misalnya risiko dehidrasi (kekurangan cairan) dan syok (mengancam nyawa), sebelum pembuluh darah kolaps (tidak teraba), sehingga tidak dapat dipasang jalur infus.

 

Kontraindikasi dan Peringatan pada Pemasangan Infus Melalui Jalur Pembuluh Darah Vena

 

Inflamasi (bengkak, nyeri, demam) dan infeksi di lokasi pemasangan infus.

Daerah lengan bawah pada pasien gagal ginjal, karena lokasi ini akan digunakan untuk pemasangan fistula arteri-vena (A-V shunt) pada tindakan hemodialisis (cuci darah).

Obat-obatan yang berpotensi iritan terhadap pembuluh vena kecil yang aliran darahnya lambat (misalnya pembuluh vena di tungkai dan kaki).

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi dalam pemasangan infus:

 

Hematoma, yakni darah mengumpul dalam jaringan tubuh akibat pecahnya pembuluh darah arteri vena, atau kapiler, terjadi akibat penekanan yang kurang tepat saat memasukkan jarum, atau “tusukan” berulang pada pembuluh darah.

Infiltrasi, yakni masuknya cairan infus ke dalam jaringan sekitar (bukan pembuluh darah), terjadi akibat ujung jarum infus melewati pembuluh darah.

Tromboflebitis, atau bengkak (inflamasi) pada pembuluh vena, terjadi akibat infus yang dipasang tidak dipantau secara ketat dan benar.

Emboli udara, yakni masuknya udara ke dalam sirkulasi darah, terjadi akibat masuknya udara yang ada dalam cairan infus ke dalam pembuluh darah.

 

Komplikasi yang dapat terjadi dalam pemberian cairan melalui infus:

 

Rasa perih/sakit

Reaksi alergi

Jenis Cairan Infus

 

Cairan hipotonik: osmolaritasnya lebih rendah dibandingkan serum (konsentrasi ion Na+ lebih rendah dibandingkan serum), sehingga larut dalam serum, dan menurunkan osmolaritas serum. Maka cairan “ditarik” dari dalam pembuluh darah keluar ke jaringan sekitarnya (prinsip cairan berpindah dari osmolaritas rendah ke osmolaritas tinggi), sampai akhirnya mengisi sel-sel yang dituju. Digunakan pada keadaan sel “mengalami” dehidrasi, misalnya pada pasien cuci darah (dialisis) dalam terapi diuretik, juga pada pasien hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dengan ketoasidosis diabetik. Komplikasi yang membahayakan adalah perpindahan tiba-tiba cairan dari dalam pembuluh darah ke sel, menyebabkan kolaps kardiovaskular dan peningkatan tekanan intrakranial (dalam otak) pada beberapa orang. Contohnya adalah NaCl 45% dan Dekstrosa 2,5%.

Cairan Isotonik: osmolaritas (tingkat kepekatan) cairannya mendekati serum (bagian cair dari komponen darah), sehingga terus berada di dalam pembuluh darah. Bermanfaat pada pasien yang mengalami hipovolemi (kekurangan cairan tubuh, sehingga tekanan darah terus menurun). Memiliki risiko terjadinya overload (kelebihan cairan), khususnya pada penyakit gagal jantung kongestif dan hipertensi. Contohnya adalah cairan Ringer-Laktat (RL), dan normal saline/larutan garam fisiologis (NaCl 0,9%).

Cairan hipertonik: osmolaritasnya lebih tinggi dibandingkan serum, sehingga “menarik” cairan dan elektrolit dari jaringan dan sel ke dalam pembuluh darah. Mampu menstabilkan tekanan darah, meningkatkan produksi urin, dan mengurangi edema (bengkak). Penggunaannya kontradiktif dengan cairan hipotonik. Misalnya Dextrose 5%, NaCl 45% hipertonik, Dextrose 5%+Ringer-Lactate, Dextrose 5%+NaCl 0,9%, produk darah (darah), dan albumin.

Pembagian cairan lain adalah berdasarkan kelompoknya:

 

Kristaloid: bersifat isotonik, maka efektif dalam mengisi sejumlah volume cairan (volume expanders) ke dalam pembuluh darah dalam waktu yang singkat, dan berguna pada pasien yang memerlukan cairan segera. Misalnya Ringer-Laktat dan garam fisiologis.

Koloid: ukuran molekulnya (biasanya protein) cukup besar sehingga tidak akan keluar dari membran kapiler, dan tetap berada dalam pembuluh darah, maka sifatnya hipertonik, dan dapat menarik cairan dari luar pembuluh darah. Contohnya adalah albumin dan steroid.

Pemberian Cairan Infus pada Anak

 

Berapa Banyak Cairan yang Dibutuhkan Anak Sehat?

 

Anak sehat dengan asupan cairan normal, tanpa memperhitungkan kebutuhan cairan yang masuk melalui mulut, membutuhkan sejumlah cairan yang disebut dengan “maintenance”.

 

Cairan maintenance adalah volume (jumlah) asupan cairan harian yang menggantikan “insensible loss” (kehilangan cairan tubuh yang tak terlihat, misalnya melalui keringat yang menguap, uap air dari hembusan napas dalam hidung, dan dari feses/tinja), ditambah ekskresi/pembuangan harian kelebihan zat terlarut (urea, kreatinin, elektrolit, dll) dalam urin/air seni yang osmolaritasnya/kepekatannya sama dengan plasma darah.

 

Kebutuhan cairan maintenance anak berkurang secara proporsional seiring meningkatnya usia (dan berat badan). Perhitungan berikut memperkirakan kebutuhan cairan maintenance anak sehat berdasarkan berat bdan dalam kilogram (kg).

 

Cairan yang digunakan untuk infus maintenance anak sehat dengan asupan cairan normal adalah:

NaCl 0.45% dengan Dekstrosa 5% + 20mmol KCl/liter

 

Penyalahgunaan cairan infus yang banyak terjadi adalah dalam penanganan diare (gastroenteritis) akut pada anak.

 

Pemberian cairan infus banyak disalahgunakan (overused) di Unit Gawat Darurat (UGD) karena persepsi yang salah bahwa jenis rehidrasi ini lebih cepat menangani diare, dan mengurangi lama perawatan di RS.5

 

Gastroenteritis akut disebabkan oleh infeksi pada saluran cerna (gastrointestinal), terutama oleh virus, ditandai adanya diare dengan atau tanpa mual, muntah, demam, dan nyeri perut. Prinsip utama penatalaksanaan gastroenteritis akut adalah menyediakan cairan untuk mencegah dan menangani dehidrasi.6

 

Penyakit ini umumnya sembuh dengan sendirinya (self-limiting), namun jika tidak ditangani dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang bisa mengancam nyawa. Dehidrasi yang diakibatkan sering membuat anak dirawat di RS.6

 

Terapi cairan yang diberikan harus mempertimbangkan tiga komponen: rehidrasi (mengembalikan cairan tubuh), mengganti kehilangan cairan yang sedang berlangsung, dan “maintenance”.3 Terapi cairan ini berdasarkan penilaian derajat dehidrasi yang terjadi.

 

Penilaian Derajat Dehidrasi (dinyatakan dalam persentase kehilangan berat badan)3

 

Tanpa Dehidrasi:

 

Diare berlangsung, namun produksi urin normal, maka makan/minum dan menyusui diteruskan sesuai permintaan anak (merasa haus).

Dehidrasi Ringan (

 

Kotoran cair (watery diarrhea)

Produksi urin (air seni) berkurang

Senantiasa merasa haus

Permukaan lapisan lendir (bibir, lidah) agak kering

Dehidrasi Sedang (5-10%)

 

Turgor (kekenyalan) kulit berkurang

Mata cekung

Permukaan lapisan lendir sangat kering

Ubun-ubun depan mencekung

Dehidrasi Berat (>10%)

 

Tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah:

 

Denyut nadi cepat dan isinya kurang (hipotensi/tekanan darah menurun)

Ekstremitas (lengan dan tungkai) teraba dingin

Oligo-anuria (produksi urin sangat sedikit, kadang tidak ada), sampai koma

Penggantian Cairan pada Anak dengan Gastroenteritis

 

Derajat dehidrasi (persentase Cairan Rehidrasi Oral (CRO) Cairan intravena/infus

kehilangan berat badan/BB)

Ringan (< 5%) 50 ml/kg BB dalam 3 – 4 jam Tidak direkomendasikan

Sedang (5 – 10%) 100 ml/kg BB dalam 3 – 4 jam Tidak direkomendasikan

Berat ( > 10%) 100 – 150 ml/kg BB dalam 20 ml /kg, Bolus dalam

3 – 4 jam (jika masih mampu satu jam (NaCl atau RL)

minum CRO)

Kehilangan BB berlanjut 10 ml/kg setiap habis BAB 10 ml/kg setiap habis BAB

atau muntah atau muntah

 

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian CRO dalam penatalaksanaan diare (gastroenteritis) pada anak dengan dehidrasi derajat ringan-sedang. Penggunaan cairan infus hanya dibatasi pada anak dengan dehidrasi berat, syok, dan ketidakmampuan minum lewat mulut.5

 

Terapi rehidrasi (pemberian cairan) oral (oral rehydration therapy) seperti oralit dan Pedialyte® terbukti sama efektifnya dengan cairan infus pada diare (gastroenteritis) dengan dehidrasi sedang.4 Keuntungan tambahan lain adalah waktu yang dibutuhkan untuk memberikan terapi CRO ini lebih cepat dibandingkan dengan harus memasang infus terlebih dahulu di Unit Gawat Darurat (UGD) RS. Bahkan dalam analisis penatalaksanaan, pasien yang diterapi dengan CRO sedikit yang masuk perawatan RS. Hasil penelitian ini meyarankan cairan rehidrasi oral menjadi terapi pertama pada anak diare di bawah 3 tahun dengan dehidrasi sedang.4

 

Pada anak dengan muntah dan diare akut, apakah pemberian cairan melalui infus (intravenous fluids) mempercepat pemulihan dibandingkan dengan cairan rehidrasi oral (oral rehydration therapy/solution/CRO/oralit)?

 

Ternyata pemberian cairan infus tidak mempersingkat lamanya penyakit, dan bahkan mampu menimbulkan efek samping dibandingkan pemberian oralit.5

 

Sebuah penelitian meta analisis internasional yang membandingkan CRO (oralit) dengan cairan intravena/infus pada anak dengan derajat dehidrasi ringan sampai berat menunjukkan bahwa CRO mengurangi lamanya perawatan di RS sampai 29 jam.5 Sebuah studi lain juga menyimpulkan CRO menangani dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dan asidosis (keasaman darah meningkat) lebih cepat dan aman dibandingkan cairan infus.5 Penelitian lain menunjukkan keuntungan lain oralit pada diare dengan dehidrasi ringan-sedang adalah mengurangi lamanya diare, meningkatkan (mengembalikan) berat badan anak, dan efek samping lebih minimal dibandingkan cairan infus.6

 

Pengawasan (Monitoring)

 

Semua anak yang mendapatkan cairan infus sebaiknya diukur berat badannya, 6 –8 jam setelah pemberian cairan, dan kemudian sekali sehari.

Semua anak yang mendapatkan cairan infus sebaiknya diukur kadar elektrolit dan glukosa serum sebelum pemasangan infus, dan 24 jam setelahnya.

Bagi anak yang tampak sakit, periksa kadar elektrolit dan glukosa 4 – 6 jam setelah pemasangan, dan sekali sehari sesudahnya.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Intravenous Fluids. Clinical Practice Guidelines. Royal Children’s Hospital Melbourne. http://www.rch.org.au/clinicalguide/cpg.cfm

C Waitt, P Waitt, M Pirmohamed. Intravenous Therapy. Postgrad. Med. J. 2004; 80; 1-6.

Nutrition Committee, Canadian Paediatric Society. Oral Rehydration Therapy and Early Refeeding in the Management of Childhood Gastroenteritis. The Canadian Journal of Paediatrics 1994; 1(5): 160-164.

Spandorfer PR, Alessandrini EA, Joffe MD, Localio R, Shaw KN. Oral Versus Intravenous Rehydration of Moderately Dehydrated Children: A Randomized, Controlled Trial. Pediatrics Vol. 115 No. 2 February 2005. American Academy of Pediatrics.

Banks JB, Meadows S. Intravenous Fluids for Children with Gastroenteritis. Clinical Inquiries, American Family Physician, January 1 2005. American Academy of Family Physicians.

D Payne J, Elliot E. Gastroenteritis in Children. Clin Evid 2004; 12: 1-3. BMJ Publishing Group Ltd 2004.

Eliason BC, Lewan RB. Gastroenteritis in Children: Principles of Diagnosis and Treatment. American Family Physician Nov 15 1998. American Academy of Family Physicians.

Revision of Intravenous Infusion

Martin S. Intravenous Therapy. Nova Southeastern University PA Program.

 

Tanpa perlu berpanjang-panjang, seks pastilah hal yang teramat penting bagi setiap insan. Bukan cuma karena keinginan melakukannya adalah hal yang teramat alamiah – dan mungkin primitif, setua umur manusia – tapi juga karena manfaat seks pun bermacam-macam. Ini dia di antaranya:

 

1. Studi-studi menunjukkan bahwa ketika wanita bercinta, mereka memproduksi hormon estrogen dua kali lipat, yang membuat rambut mereka berkilau dan kulit mereka lebih halus.

 

2. Hubungan intim yang lembut dan rileks mengurangi risiko terkena dermatitis, mengurangi jerawat dan membuat kulit bercahaya.

 

3. Seks juga membakar kalori yang telah disantap sebelumnya, misalnya dalam acara makan malam yang romantis.

 

4. Seks merupakan olahraga paling aman, karena meregangkan dan menggerakkan seluruh otot-otot tubuh. Dan tentu saja, jauh lebih asyik ketimbang berenang 20 kali bolak-balik!

 

5. Frustrasi atau depresi ringan? Para ahli mengatakan bahwa seks adalah ‘obat’ instan untuk menyembuhkan kedua hal itu. Sebab, seks membuat tubuh melepas endorfin ke dalam aliran darah, yang kemudian memproduksi rasa eforia. Hasilnya, Anda merasa diri Anda menjadi lebih komplet.

 

6. Lebih banyak seks yang Anda lakukan, lebih banyak lagi kenikmatan yang akan Anda tawarkan kepada pasangan Anda. Tubuh yang aktif secara seksual memberi zat kimia yang disebut feromon. Ini adalah aroma yang akan membuat lawan jenis Anda tergila-gila.

 

7. Seks adalah ‘obat penenang’ teraman di dunia. Konon, efektivitasnya 10 kali lebih baik ketimbang valium.

 

8. Berciuman setiap hari juga akan membuat Anda tak perlu sering-sering berkunjung ke dokter gigi. Berciuman membuat ludah mencuci bekas-bekas makanan dan mengurangi kadar asam yang mengakibatkan pembusukan, serta mencegah penumpukan plak.

 

9. Sakit kepala juga bisa dihilangkan oleh seks yang nikmat. Sesi-sesi percintaan akan melepas ketegangan yang menghalangi beredarnya darah di otak.

 

10. Kegunaan seks yang terakhir adalah sebagai antihistamin. Seks akan membantu memerangi asma dan demam. Mau mencoba?

 

Karena klitoris sangat mirip dengan miniatur penis, smegma dapat terkumpul di bawah penutup klitoris yang dapat menyebabkan iritasi, rasa sakit, dan ketidakmampuan untuk mengalami orgasme. Penutup klitoris dapat menempel pada keseluruhan kelenjar atau dalam bagian yang menghalangi rangsangan pada kelenjar, membuat orgasme sangat sulit atau tidak mungkin.

 

Kelenjar pada permukaan dalam dari penutup klitoral menghasilkan bahan minyak yang disebut sebum yang melumasi kelenjar klitoris. Ini merupakan kelenjar yang sama yang berada pada permukaan dalam dari kulit luar penis. Sebum merupakan hasil yang muncul dalam kelenjar klitoris yang sangat lembut dan licin. Ketika bahan minyak ini terkumpul, inilah yang dinamakan smegma, yang memiliki warna putih yang kurang baik.

 

Kelenjar klitoral membutuhkan pelumas yang dapat membuat penutup untuk bergeser tanpa paksaan. Perangsangan pada klitoris biasanya merupakan stimulasi penggesekan yang sangat sensistif terhadap tekanan langsung. Metode masturbasi pada wanita biasanya membuat penutup klitoris bergeser ke muka dan belakang melewati kelenjar. Jika anda hanya menekan kelenjar dengan jari tangan, wanita mungkin hanya akan merasakan sedikit perasaan sensasi erotis.

 

Jika penutup tersebut tidak menutupi kelenjar secara penuh, kelenjar mungkin saja akan menjadi kering dan mengalami cornification, yang membuatnya kelihatan berkerut. Seperti lapisan dari penis yang di khitan. Meskipun orang-orang mengatakan hal yang berbeda, saya tidak pernah melihat adanya bukti yang menandakan bahwa ini akan mempengaruhi respons terhadap orgasme. Saya tahu ada banyak wanita dengan multi-orgasme dengan kelenjar klitoris yang tidak tertutup secara keseluruhan. Jika kelenjar tersebut masih tersembunyi dalam labia dalam dan luar, tidak akan kehilangan bentuk jika penutup itu dibuat lebih pendek atau dihilangkan.

 

 

 

 

 

Jika smegma tidak dibersihkan dari dasarnya, maka ini akan berkumpul dan mengering membentuk biji-bijian kecil yang keras di bawah penutup klitoris. Mengakibatkan iritasi yang dapat menjadi perih. Ini juga dapat menyebabkan rasa sakit selama masturbasi., hubungan intim lewat vagina, dan mungkin saat kita menggunakan celana yang ketat. Sebagai tambahan, penggunaan pembalut juga dapat meyebabkan sakit. Timbunan smegma ini dapat terjadi pada bayi dan juga gadis remaja. Pada kasus ringan smegma yang mengering dapat menyebebakan sedikit iritasi pada klitoris, menimbulkan keinginan untuk menggosok atau menggaruknya. Ini yang menyebabkan bayi dan gadis remaja sering bermasturbasi. Hasilnya menimbulkan warna kemerah-merahan, iritasi, yang disebabkan oleh seringnYa bermasturbasi dapat menyembunyikan masalah yang utama. Wanita dewasa juga dapat menjadi bingung dengan iritasi ringan tersebut, merasa butuh untuk sering bermasturbasi atau melakukan hubungan seks. Sensasi ini seharusnya tidak dicampur-adukkan dengan adanya ereksi pada klitoris. Ketika iritasi semakin kuat, timbul keinginan untuk menyentuh daerah ini, peradangan dapat membuat kontak apapun menjadi menyakitkan. Sehingga timbunan smegma ini selain dapat meningkatkan hasrat untuk melakukan hubungan seks, juga dapat membuat hubungan seks menjadi tidak mungkin.

 

Jika penutup klitoris memanjang melewati kelenjar, tebal dan tertutup, iritasi mungkin dapat menjadi sangat tersembunyi, karena tidak ada indikasi yang tampak. Seorang dokter dapat memeriksa seorang wanita dan tidak memperhatikan bahwa ada masalah. Para wanita harus secara tegas mengatakan atau menunjukkan dokter mereka daerah dari setiap sakit yang mereka alami di daerah sekitar vulva mereka. Wanita yang mengalami sakit pada vulva harus memeriksa vulva mereka dengan cermin, sambil mencoba mencari sumber dari rasa sakit. Pergilah ke diokter dan katakan, “rasa sakit ada dibawah” tidak akan menghasilkan diagnosa yang akurat. Para dokter mungkin tidak sadar akan kemungkinan dari smegma kering dan perlekatan pada klitoris, kecuali mereka memintanya, mereka enggan memerika klitoris wanita dari dekat.

 

Iritasi yang disebabkan oleh berkumpulnya smegma mungkin mengakibatkan terbentuknya pelekatan antara glans dan bagian penutup. Hal ini disebabkan oleh dua permukaan jaringan yang terbentuk bersama saat tubuh mencoba untuk mengobati dan menghilangkan sumber iritasi. Perlekatan dapat juga terbentuk sebagai hasil dari penutup yang tetap berhubungan dengan kelenjar glans. Beberapa referensi menyatakan bahwa gadis-gadis dilahirkan dengan penutup yang mengikuti kelenjar klitoris mereka, referensi lainnya mengatakan bahwa perlekatan ini terbentuk setelah kelahiran. Sedangkan referensi lainnya mengatakan bahwa perlekatan ini akan tetap ada sampai masa pubertas.

 

Perlekatan dapat mencegah atau setidaknya membatasi kemampuan dari penutup untuk menyelip diantara kelenjar glans. Jika anda memiliki perlekatan, ketika anda menarik penutup, maka kelenjar tersebut akan bergerak mengikuti tarikan tersebut. Anda tidak dapat menarik penutup ke belakang cukup jauh untuk membuka keseluruhan kelenjar jika anda memiliki perlekatan, atau sedikit pembukaan pada penutup. Ini membuat sulit atau tidak mungkin dalam pembersihan. Menarik penutup saat anda memiliki perlekatan dapat megakibatkan stress pada klitoris yang mengakibatkan rasa sakit. Kadang-kadang tudung penutup tersebut secara keseluruhan melekat ke glans, memerlukan perawatan khusus dari seorang dokter.

 

Beberapa dokter menemukan bahwa pelepasan dari perlekatan klitoris menghasilkan 30% pra-orgasme pada perempuan yang dapat mencapai orgasme. Sebelum anda merasa benar-benar terangsang, banyak wanita yang memiliki perlekatan seperti ini dan tidak mengalami masalah kelemahan seksual. Tidaklah bijaksana berharap pelepasan pada perlekatan klitoris maka anda akan langsung dapat mencapai orgasme. Masters dan Johnson melaporkan mereka jarang melihat prosedur ini sebagai suatu kebutuhan, akan tetapi mereka juga tidak mengatakan “tidak pernah”. Jika anda mencari klitoris anda dan anda tidak dapat mengeluarkan kelenjarnya, jangan langsung pergi ke dokter dan memintanya untuk memodifikasi klitoris anda sehingga anda dapat mengeluarkannya. Jika anda mengalami pra-orgasme bukan berdasarkan prosedur, tetapi karena alasan medis dan higienis, bukan karena alasan seksual saja.

 

Jika anda mengalami orgasme, akan tetapi kelenjar klitoris anda sangat tersembunyi, jangan langsung bertanya kepada dokter untuk membuka kelenjar klitoris, anda mungkin tidak akan mendapatkan apa-apa. Jika anda memang memiliki kelenjar klitoris yang sangat tersembunyi dan mengalami buang air kecil yang sangat sering atau infeksi pada vagina, bakteri yang merusak dapat berlindung dibawah penutup klitoris anda. Ini dapat menghasilkan infeksi yang berulang (saya tidak memperhati-hatikan dengan kemungkinan ini, hanya saja tetap masih ada kemungkinan).

 

Saya tidak khawatir dengan pelepasan perlekatan yang dapat menyebabkan sakit pada wanita, dibutuhkan atau tidak. Jika dilakukan dengan baik dan sesuai mengikuti prosedur perawatan setelah operasi yang ada. Sama seperti kesehatan penis orang dewasa, anda harus dapat menarik kembali penutup sehingga anda dapat membersihkan di bawahnya. Jika tidak terlalu rusak, jangan memperbaikinya.

 

Perlekatan lebih kecil dapat dihilangkan oleh wanita, atau seorang gadis sendiri tanpa campur tangan dari dokter. Perlekatan ini pun dapat dilepaskan secara otomatis dengan tindakan menegangkan tempat dari penutup klitoris. Hal-hal seperti mandi, masturbasi, mengendarai sepeda, dan mengendarai kuda. Jika seorang gadis atau wanita tidak mencuci vulva mereka dengan cara membuat tarikan pada penutup klitoris mereka, atau bermasturbasi dengan cara seperti itu, dia mungkin dapat memisahkan setiap perlekatan yang terjadi, atau mencegah terjadinya pembentukan perlekatan.

 

Jika seorang wanita tahu bahwa dia memiliki perlekatan maka dia dapat menguranginya dengan cara menariknya berulang-ulang, pean-pelan tetapi kuat, pada penutup klitoris, ke segala arah. sambil berendam dalam air hangat selama beberapa menit. Ini tidak akan terjadi langsung, tetapi mungkin selama beberapa minggu. Dia mungkin ingin menggunakan minyak urut atau obat salep anti bakteri dibawah penutup kepala klitoris dalam setiap tahap pengurutan. (Jaga produk minyak pelumas tersebut jauh dari saluran vagina). Tudung penutup yang menutupi kelenjar klitoris secara keseluruhan juga dapat di modifikasi dengan sengaja dan meregangkannya secara berulang-ulang, selama beberapa periode waktu. Ini mungkin memerlukan waktu 6 bulan sampai 1 tahun untuk mendapatkan hasil seperti yang anda harapkan. Kunjungan dokter yang akan mengerjakan hal yang sama lebih cepat, akan tetapi menghasilkan lebih banyak luka pada jaringan yang ada. Jika anda mengalami rasa sakit dan merasa tidak nyaman, hubungi dokter.

 

Cara terbaik untuk mencegah perlekatan dan pembentukan smegma adalah dengan menjaga kesehatan yang tepat. Karena kebanyakan pada gadis remaja tidak mengetahui bahwa mereka memiliki klitoris, dan infeksi saluran kencing bukan hal yang biasa pada mereka, ini biasanya karena mereka tidak diajarkan tentang cara sehat yang tepat. Tidak mungkin mengajari seorang gadis untuk mencuci klitoris dan labianya jika dia tidak tahu bahwa dia memilikinya.

 

Berdasarkan diskusi pada layar pesan internet saya melihat, hal ini timbul karena banyak atau sebagian besar orangtua tidak tahu bagaimana membersihkan alat kelamin anak perempuannya, sebagian tidak menganggap membersihkan lapisan terluar dari labia luar sebagai pelecehan seksual. Saya tidak memiliki pedoman bagi orangtua, jadi saya tidak mengetahui jika mereka menjelaskan bagaimana, tetapi saya tidak berpikir demikian. Sebagai tambahan orangtua biasanya malu bertanya pada dokter bagaimana cara yang paling baik.

 

Menurut saya, orang tua harus membuka labia bagian dalam dan luar dengan sangat hati-hati dan membersihkan antaranya. Mereka juga harus menarik tudung penutup klitoris ke arah pusarnya sambil membasuh permukaan yang terbuka. Kelejar klitoris mungkin tidak terlihat saat anda melakukan hal ini. Jika terdapat perlekatan, jangan coba memaksa untuk memisahkannya. Kulit penutup dari bayi yang belum dikhitan melekat pada kelenjar glans-nya dan tidak boleh ditarik dengan paksa, hal yang sama juga dapat berlaku untuk para gadis. Pemisahan perlekatan secara paksa dapat membuat trauma pada gadis sehingga pemeriksaan dan pembersihan alat kelamin lebih lanjut menjadi tidak mungkin.

 

Jaringan pada alat kelamin gadis remaja sangat tipis dan lembut. Anda harus bersikap lembut saat menyentuhnya, dan sabun yang anda gunakan harus sangat ringan. Mungkin penggunaan air biasa adalah yang terbaik. Jika anak perempuan anda menolak atau menangis saat anda menyentuh vulvanya, anda mungkin tidak cukup lembut, atau dia mengalami beberapa bentuk iritasi yang harus anda bawa ke dokter untuk diperiksa. Sentuhan yang tepat harusnya membuat anak anda merasa nyaman, memberikan respons yang positif. Ini seperti hasil yang dia dapatkan sewaktu dia menyentuh alat kelaminnya sendiri, yang merupakan hal yang diinginkan sama seperti dia harus belajar bagaimana masturbasi, sehingga merupakan awal perkembangan seksualnya, dan diharapkan dapat mencegah atau dapat menghilangkan perlekatan pada klitoris. Membersihkan alat kelamin anak perempuan anda memberikan kesempatan yang tepat untuk mengajarkan kepada mereka nama-nama dari setiap bagian yang berbeda. Anda harus bertanya kepada gadis yang cukup besar dan mengerti ‘ya’ dan ‘tidak’, apakah tidak ada masalah bagi anda jika anda ingin membersihkan vulvanya, sehingga dia mengetahui bahwa daerah itu merupakan tanggung jawabnya.

 

Labia dalam dari gadis yang masih muda dapat saling bersatu sebagai akibat iritasi ringan yang disebabkan oleh hal -hal seperti popok. Saya juga menduga bahwa labia harus tetap disentuh selama beberapa periode waktu untuk melihat apakah terjadi perlekatan, yang mungkin dapat mengindikasikan bahwa orangtua atau gadis itu sendiri tidak pernah membuka labia vulvanya saat mandi. Jika anda memperhatikan labia dalam anak perempuan anda yang tergabung menjadi satu, bawalah dia ke dokter. Dokter akan membuat resep krim hormon biasa untuk anda berikan ke vulvanya agar dapat diobati. Saya pikir perlekatan pada labia sudah merupakan hal yang biasa.

 

Wanita dewasa juga perlu menyadari bahwa dengan hanya menyeka vulva mereka dengan lap atau tangan mereka tidak akan cukup menjaganya tetap sehat. Lipatan-lipatan kecil dari vulva, dan ruangan kosong di bawah penutup klitoris jarak dapat menjadi perangkap, keringat, minyak pelumas vagina, kertas toilet, cairan menstruasi, urin, dan bakteri. Cairan tubuh normal tidak memberikan masalah pada wanita sepanjang cairan ini dihilangkan sebelum bakteri yang biasanya ada dapat bereproduksi, menghasilkan infeksi dan bau tidak sedap. Para wanita harus memeriksa vulva mereka dengan cermin agar meneganl struktur vulva itu sendiri. Pelajari dimana terdapat semua celah dan sudut kecil. Sehingga kemudian mereka dapat memberitahukan apa yang harus mereka lakukan untuk membersihkan tempat tersebut. Seperti bagaimana menarik penutup klitoris dengan satu tangan semantara tangan yang lainnya membersihkan klitoris. Dengan latihan yang sering, pembersihan dengan seksama hanya membutuhkan beberapa detik saja. Apabila saya mengatakan bahwa wanita perlu memberikan perhatian khusus pada vulva mereka, saya tidak menyatakan bahwa vulva merupakan tempat yang kotor, bukan itu, hanya semua tempat yang khusus membutuhkan penanganan yang khusus.

 

Semua yang dibutuhkan untuk membersihkan vulva adalah air biasa. Penggunaan sabun dan produk-produk “Kesehatan Wanita” dapat membuat iritasi pada jaringan alat kelamin yang sangat lembut. Parfum, deodoran, dan bahan kimia memberikan resiko bagi kesehatan saat digunakan pada vulva dan vagina. Mungkin anda tidak menyadari iritasi ringan yang mungkin disebabkan oleh produk-produk ini, tetapi anda akan menyadari infeksi kronis yang anda dapat pada akhirnya. Lebih baik hanya menggunakan tampon dan pembalut biasa yang tidak wangi, dan kertas toilet juga yang tidak wangi. Sebagian besar barang untuk “kesehatan wanita” yang ada di toko lokal memberikan lebih banyak resiko daripada keuntungan untuk vulva yang sehat.

 

Dokter dapat menghilangkan perlekatan dengan jalan memasukkan alat uji yang tumpul antara kelenjar dengan penutup klitoris. Prosedur ini membutuhkan penggunaan anestesi lokal, karena jaringan ini sangat sensitif. Setelah perlekatan dihilangkan daerah ini akan terasa sangat sakit, tetapi seorang waita harus mengikuti petunjuk dari dokternya atas cara pembersihan dan perawatan untuk mencegah terjadinya perlekatan kembali. Kecuali jika seorang gadis remaja mengalami bebrapa bentuk iritasi atau infeksi pada klitoris mereka, prosedur ini jangan dilakukan terhadapnya. Kebanyakan wanita mungkin tidak akan lagi membutuhkan prosedur ini jika klitoris mereka mudah dibuka dengan menarik penutup klitoris ke muka dan ke belakang, atau mereka memang tidak memiliki masalah dengan fungsi klitoris mereka.

 

Dalam beberapa kasus, pemotongan pada klitoris mungkin dibutuhkan. Jika klitoris dan penutupnya sangat iritasi karena infeksi, dan antibiotik tidak dapat menyembuhkan infeksi tersebut, penutupnya mungkin butuh untuk dipangkas atau dihilangkan agar supaya bahan yang menyebabkan infeksi dapat dibuang. Kemungkinan ini sangat jarang terjadi. Khitan tidak boleh digunakan sebagai pengobatan untuk perlekatan biasa atau klitoris yang tersembunyi. Alasannya, karena klitoris yang terbuka seringkali sangat sensitif terhadap sentuhan. Jika anda telah mengalami sakit pada klitoris selama selang waktu tertentu, klitoris yang sangat sensitif sangat diperlukan tetapi klitoris juga menjadi sakit. Perempuan harus berhati-hati jika dokter menyarankan untuk khitan, terutama apabila pasiennya adalah gadis yang masih muda.

 

Jika ditanya, pakaian apa yang paling nyaman dipakai untuk tidur, rata-rata jawaban Anda pastilah: daster atau paduan tank top dan celana pendek. Bahan yang tipis dan minim mengurangi rasa gerah dan membuat Anda bebas bergerak.

 

Namun, apabila Anda butuh sedikit tantangan, bagaimana jika Anda lepaskan saja busana tidur Anda dan tidur telanjang? Dalam buku The Best Sex of Your Life karya Jennifer Hunt dan Dan Baritchi, digambarkan betapa tidur telanjang memberikan banyak manfaat. Sentuhan bahan seprai yang lembut pada kulit, atau sentuhan kulit Anda dan pasangan, akan mendorong peningkatan kehidupan seksual Anda. Simak berbagai manfaat lainnya sebagai berikut:

 

Melepaskan oksitosin

Hormon oksitosin dilepaskan ketika terjadi kontak kulit dengan kulit. Ketika kulit bersentuhan dari kepala hingga kaki sepanjang malam, Anda akan mendapatkan arus hormon yang bermanfaat. Beberapa manfaat oksitosin, antara lain, meningkatkan rasa sejahtera, menurunkan detak jantung, mengurangi hormon stres, meningkatkan rasa percaya, dan tentunya, dorongan seksual.

 

Bikin “mood” untuk bercinta

Banyak perempuan menolak berhubungan seks karena sedang enggak mood. Penyebabnya bisa karena kelelahan, takut anak sewaktu-waktu terbangun, atau apa pun yang mengganggu pikiran Anda. Padahal, menolak berhubungan hanya membuat perempuan merasa kesepian dan diacuhkan. Karena itu, sebaiknya Anda yang mengubah mood tersebut untuk bercinta. Caranya, meringkuk di bawah selimut dengan bodysuit yang sudah Anda miliki sejak lahir itu. Rasa berdesir pada kulit akan memberikan rangsangan seksual yang Anda butuhkan.

 

Terlihat erotis

Pria mana pun tak akan tahan melihat sang istri meringkuk di sisinya tanpa busana. Hal itu menjadi semacam undangan untuknya guna berhubungan seksual.

 

Menciptakan hasrat

Salah satu alasan utama perempuan tidak ingin berhubungan seks adalah ketimpangan dalam relasinya dengan pasangan. Ketika Anda merasa terpisah dari pasangan, Anda mungkin juga kehilangan hasrat untuknya. Nah, tidur telanjang bisa membantu mengatasi hambatan tersebut.

 

Menimbulkan ikatan

Ketika saling bersentuhan kulit di tempat tidur, Anda bisa meningkatkan rasa ikatan di antara Anda dan pasangan. Ingatlah ketika baru pertama berpacaran atau baru menikah dulu, inginnya selalu bersentuhan, kan? Semakin Anda menyentuh, Anda semakin merasa dekat dengan pasangan. Ikatan yang meningkat sama artinya dengan semakin sering bercinta.

 

Lebih sehat

Lebih sering berhubungan seks memberikan banyak manfaat kesehatan dan perkimpoian pun lebih berpeluang untuk bertahan lama. Anda tidak perlu bercinta setiap hari (kecuali Anda berdua memang menginginkannya), cukup beberapa kali saja dalam seminggu. Menghabiskan waktu setengah hingga satu jam sehari untuk bercinta bisa menjadi olahraga yang menyenangkan bagi Anda. Anda akan merasa lebih puas dengan hidup Anda, lebih bugar, dan lebih sehat!

 

Ternyata, banyak kebiasaan pria yang membuat kondisi spermanya tidak sehat. Apa sajakah itu? Nah, dari pada pusing, yuk, ketahui lebih dalam mengenai seluk beluk sperma yang benar.

 

Seperti banyak diketahui, hubungan seksual memiliki dua fungsi, yakni fungsi seksual dan fungsi kesuburan. Nah, kualitas sperma berhubungan erat dengan fungsi kesuburan.

 

Sperma dihasilkan oleh buah zakar (testis). “Ketika seorang pria mengalami ejakulasi, maka ia akan mengeluarkan satu ejakulat (satu porsi) cairan yang disebut semen. Dalam satu ejakulat, selain sperma, juga terdapat cairan (semen),” papar androlog Dr. Nugroho Setiawan, MS, Sp.And.

 

Sperma yang dihasilkan oleh testis akan terdorong keluar begitu ada rangsangan. Dalam perjalanannya, sperma diberi cairan (semen) yang dihasilkan oleh kelenjar prostat dan kantung mani (vesika seminalis). Jadi, dalam satu ejakulat, ada tiga kelenjar yang bekerja, yaitu kelenjar testis (tubuli seminiferi), kelenjar prostat, dan vesika seminalis. Ini yang menerangkan kenapa pada pria bisa dilakukan vasektomi, tetapi tetap bisa mengeluarkan cairan.

 

“Pada vasektomi yang terjadi adalah, saluran spermatozoa (duktus deferen) diikat sehingga sperma tidak bisa keluar, tapi semennya tetap keluar karena yang memproduksi kelenjar yang berbeda. Toh, banyak orang awam yang divasektomi merasa tidak mengeluarkan cairan. Padahal, cairan atau semen tetap keluar, tapi spermanya tidak,” lanjut dokter dari Klinik Grasia ini menjelaskan.

 

JUMLAH, GERAK, BENTUK SPERMA

 

Kualitas sperma ditentukan oleh banyak faktor. Yang paling penting adalah volume (jumlah).  “Normalnya, sekali keluar sebanyak 2 sampai 6 mililiter (ml). Jadi, dalam satu ejakulat, terkandung minimal 20 juta ekor spermatozoa per mililiter-nya. Kalau minimal 2 ml per ejakulat, berarti dibutuhkan minimal 40 juta ekor sperma agar terjadi pembuahan,” kata Nugroho menjelaskan.

 

Selain jumlah, yang tak kalah penting adalah gerak sperma. Gerak sperma ada empat macam, yaitu gerak lurus cepat, gerak lurus lambat, gerak di tempat, dan tidak bergerak. “Yang ada gunanya untuk pembuahan adalah yang bergerak maju (gerak lurus cepat dan gerak lurus lambat). Jumlah sperma yang bergerak maju yang dibutuhkan untuk pembuahan minimal 50 persen dari keseluruhan sperma yang keluar,” ujar Nugroho.

 

Sperma juga harus memiliki bentuk normal, minimal 30 persen. “Jika bentuk sperma tidak normal, ia tidak bisa masuk ke rahim wanita untuk melakukan pembuahan. Sperma yang bisa masuk ke dalam rahim wanita adalah yang bentuknya normal dan memiliki gerak bagus,” lanjut Nugroho.

 

Sisanya, yang bentuknya tidak normal dan tidak punya gerak bagus, akan keluar lagi bersama semen. “Biasanya, usai senggama, keluar cairan dari vagina. Nah, yang keluar ini adalah sperma yang bentuknya tidak normal dan geraknya tidak bagus, serta semen. Semen memang ’dilarang’ masuk ke rahim wanita. Ia hanya menghantarkan, lalu keluar lagi setelah sperma masuk rahim,” kata dokter yang juga praktik di RSI Bintaro ini.

 

SUHU LEBIH PANAS

 

Jika terjadi kelainan pada sperma, entah karena jumlah, bentuk, maupun geraknya, haruslah dicari sebabnya lebih dulu. “Kenapa, kok jelek, jumlahnya kurang, atau bentuknya tidak normal, harus dicari dulu,” jelas Nugroho. “Setelah penyebabnya ketemu, kalau diobati, pasti hasilnya akan lebih bagus.”

 

Jumlah sperma yang normal disebut normozoospermia, jumlah kurang oligozoospermia. Sementara sperma yang geraknya normal disebut normozoospermia, gerak kurang disebut asthenozoospermia, dan bentuk kurang disebut teratozoospermia. “Kalau jumlah, gerak, dan bentuknya kurang, pasiennya disebut oligoasthenoteratozoospermia,” jelas Nugroho.

 

Gangguan kesuburan pria yang berhubungan dengan sperma dapat disebabkan oleh banyak faktor. Yang pertama adalah gangguan pada pabrik sperma, yakni buah pelir atau testis. “Testis akan memproduksi sperma-sperma yang baik bila temperaturnya lebih rendah daripada suhu tubuh, kira-kira 36,7 derajat Celcsius. Makanya, testis diberi kantung yang menggelantung. Kalau kedinginan, kantung akan tertarik ke atas, kalau kepanasan tertarik ke bawah.”

 

Gangguan pada pabrik sperma juga bisa disebabkan oleh banyak faktor, misalnya karena kebiasaan. “Misalnya pakai celana dobel, sehingga buah pelir jadi panas. Atau memakai celana yang sangat ketat, sehingga kantung buah pelir malah lekat ke tubuh, sehingga temperatur naik. Kalau temperatur pada testis lebih panas, maka kualitas sperma yang diproduksi pun akan menurun. Sama seperti kita bekerja dalam ruang kerja yang panas karena AC mati, pasti kualitas kerja akan menurun,” terang Nugroho.

 

Selain kebiasaan, bisa juga karena pekerjaan. Misalnya tukang masak, supir bus umum yang mesin busnya terbuka di samping tempat duduk supir, dan sebagainya. “Suhu buah pelir jadi lebih panas, akibatnya kualitas spermanya turun.”

 

Gangguan pada pabrik sperma bisa juga disebabkan penyakit yang menyertai maupun penyakit bawaan. Penyakit yang paling banyak menyertai orang dengan gangguan sperma adalah pelebaran pembuluh darah balik di sekitar testis (plexus spermatikus) yang disebut varicocel Atau kantung pelir terlalu tebal akibat peradangan kulit. “Sehingga suhu yang harusnya lebih dingin karena ada ventilasi, jadi lebih panas. Itu sebabnya kantung pelir bentuknya berlekuk-lekuk. Tujuan lekuk itu untuk membuang panas, seperti radiator mobil.”

 

Selain gangguan pada pabriknya, kualitas sperma juga bisa menurun karena adanya gangguan pada hormon. Kalau hormonnya tidak sempurna, pasti akan terjadi gangguan. “Bisa juga karena ada gangguan pada saluran sperma. Kalau salurannya tersumbat atau terinfeksi, sperma, kan, nggak bisa keluar, sama seperti pria yang divasektomi. Atau tersumbat sebagian, sehingga keluarnya tidak banyak. Seperti jalan tol, kalau ada mobil atau truk yang mogok, pasti jalannya jadi terganggu juga,” kata Nugroho.

 

Yang juga bisa menjadi penyebab adalah gangguan pada semen (cairannya). Misalnya, akibat peradangan pada kelenjar prostat. “Gangguan lainnya misalnya gangguan deposit sperma, seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi dini yang berat, serta gangguan psikologis yang nantinya bisa berpengaruh pada hormonalnya,” kata Nugroho.

 

SALAH INTERPRETASI

 

Selain penyebab di atas, yang juga harus dijaga adalah gaya hidup. “Agar sperma berkualitas, gaya hidup harus bagus,” kata Nugroho menyarankan. Gaya hidup yang sehat antara lain istirahat cukup dalam sehari, lebih kurang 7 jam. Juga, olahraga secara teratur, seminggu 3 kali dengan spasi satu hari.

 

Yang tak kalah penting adalah makan berimbang. “Tidak makan berlebihan. Ada mitos yang mengatakan, kalau pingin subur, banyak-banyak makan kepiting atau kerang. Ini salah, karena kalau kebanyakan, justru tidak subur karena terjadi gangguan kesehatan. Misalnya kolesterol berlebihan atau gula darah jadi bermasalah.” Gaya hidup lain yang harus dihindari misalnya merokok atau konsumsi alkohol. “Kalau gaya hidupnya terjaga baik, umumnya nggak ada masalah, kecuali kalau ada penyakit yang menyertainya.”

 

Selain gaya hidup sehat, yang juga harus dipahami dan diperhatikan adalah pentingnya menjaga suhu testis. “Suhu dalam testis harus dijaga supaya tidak lebih panas/dingin dari yang seharusnya,” kata Nugroho. “Pria sebaiknya juga tidak menginterpretasikan kualitas spermanya sendiri.” Misalnya menganggap spermanya encer atau kental. “Sperma encer sebetulnya tidak ada. Yang ada adalah kelainan yang berhubungan dengan jumlah, gerak, dan bentuk seperti disebut di atas,” lanjut Nugroho.

 

Pria menginterpretasikan spermanya sendiri, lanjut Nugroho, biasanya karena merasa bersalah. Misalnya, sering melakukan masturbasI atau onani. “Mitos bahwa masturbasi bikin sperma turun, bikin loyo, bikin lutut keropos, memang masih sangat kuat. Padahal, itu salah. Masturbasi sama sekali tidak mengganggu kesuburan maupun kesehatan. Sperma juga tidak akan habis hanya karena masturbasi. Sperma itu, kan, dibikin terus-menerus,” kata Nugroho.

 

Untuk melihat kualitas sperma, yang paling tepat adalah melakukan tes di laboratorium klinik kesuburan. “Tidak boleh di laboratorium sembarangan, karena hasilnya akan sangat berbeda,” kata Nugroho.

 

MITOS TAOGE

 

Ada beberapa mitos seks yang berkembang di Masyarakat, salah satunya mitos taoge. Dikatakan, jika menginginkan produksi sperma yang banyak dan bagus, banyak-banyaklah makan taoge.”Taoge atau kecambah memang mengandung vitamin E. Dan menurut teori, kesuburan manusia maupun hewan akan menurun kalau kekurangan vitamin E,” kata Nugroho.

 

Cuma, lanjutnya, “Kita, kan, tidak tahu apakah diri kita kekurangan vitamin E atau tidak. Yang jelas, taoge satu tampah besar, seandainya diekstrasi, mungkin cuma jadi satu kapsul vitamin E 400 IU. Jadi, bisa saja di-trial dengan makan taoge atau vitamin E. Tapi, karena tidak mengerti, orang bisa menyiksa diri dengan setiap hari mengonsumsi bertampah-tampah taoge. Kan, enggak ada gunanya.”

 

Ini hampir mirip dengan mitos tentang daging kambing yang disebut-sebut bisa meningkatkan kejantanan pria. “Sebetulnya, daging kambing, daging ayam, atau daging sapi hampir sama kandungannya. Yang berbeda adalah bumbu rempah-rempah yang dipakai untuk memasak.” Misalnya sate kambing. “Bumbunya pasti kaya rempah-rempah. Ada merica, ada cabe, yang memang memiliki zat yang bisa meningkatkan gairah.”

 

Dewasa ini pengertiang tentang seks yang sebenarnya telah banyak diartikan dengan salah dan sebaliknya malah digunakan untuk kepentigan yang sangat keliru. Oleh karena itu yang akan dibahas dalam artikel ini adalah menguak kebohongan tentang seks, yang nota-benenya nih banyak disalah artikan oleh para remaja.

Remaja sendiri adalah suatu bagian komunitas masyarakat yang sebenarnya tidak mutlak seratus persen disalahkan tentang penyalahgunaan pengertian seks ini. Sebenarnya sih, kalau menurut pribadi nih, faktor utama yang sangat mempengaruhi adalah lebih disebabkan oleh lingkungan disekitar remaja itu sendiri, sehingga mendorong perbuatan yang menyalahgunakan pegertian seks itu sendiri.

Menyinggung tentang seks, tentu kita ingin-nya kan cerdas secara seksual! Nah jika kita merasa mengaku cerdas secara seksual, maka kita juga harus berani dan tegas untuk menyanggah kebohongan yang sering kita dengar selama ini tentang hubungan seksual itu sendiri. Berikut ini beberapa kebohongan tentang seputar hubungan seksual yang mungkin pernah atau sering kita dengar di tengah opini lingkungan tempat kita tinggal:

***Seks sebagai pernyataan cinta

Nah ini nih yang sering menjadi perdebatan di kalangan remaja wanita. Banyak yang beranggapan dengan melakukan hubungan seks maka dapat diartikan sebagai ungkapan rasa kasih sayang. Biasanya cwek-cwek ABG masih memilki asumsi seperti ini nih, sehingga tak jarang bersedia melakukan hubungan pra-nikah dikarenakan sebagai perwujudan pembuktian mencintai pasangannya. Memang ada benarnya, jika seks diartikan sebagai salah satu ungkapan rasa kasih sayang dan cinta, namun dengan syarat ada komitmen yang kuat dan rasa tanggung jawab untuk melakukan hal tersebut, salah satunya dengan cara membuat komitmen untuk menikah. Di luar dari itu, seks sangat tipis jika diartikan sebagai bukti rasa cinta.

***Seks membuktikan existensi diri

Nah, kalau untuk hal yang satu ini biasanya lebih di alami oleh kaum cowok. Dengan melakukan seks maka dirinya beranggapan telah mampu melakukan sesuatu dan dapat lebih dihargai oleh teman-temannya (naik-kin gengsi dalam bahasa gaulnya maksudnya…). Sehingga pemikiran keliru ini menjadi kebiasaan buruk dech,… Missal dengan beranggapan bahwa semakin banyak melakukan seks maka semakin mampu  dan makin hebat dirinya untuk melakukan sesuatu yang lainnya dengan tingkat percaya diri yang lebih tinggi.

Hmm,…Ingat pembuktian bahwa diri kita hebat dan exist memang bagus untuk dapat memenangkan kompetisi dalam kehidupan yang keras ini, namun jika dilakukan dengan hanya banyak melakukan hubungan seks dengan ganti-ganti pasangan merupakan cara yang sangat salah. Malah banyak hal negatif yang datang tidak undang kok! Seperti penyakit kelamin, resiko hamil, dll. Masih banyak cara yang lebih konstruktif dan tentu sangat dianjurkan untuk menentukan bahwa diri kita hebat.

***Seks itu unik maka harus dicoba

Nah dalam hal ini maksudnya, banyak diantara remaja beranggapan bahwa ciuman, seks itu adalah suatu barang baru atau ketrampilan baru, sehingga harus dicoba secepatnya sebelum akhirnya akan dipakai terus menerus! Anggapan ini tentu saja sangat-lah tidak benar. Karena sebenarnya seks tersebut adalah salah satu insting dari manusia yang dapat dilakukan tanpa harus dipelajari atau di-training terlebih dahulu (Kalau belajar nyetir mobil, nah ini baru harus dipelajari,…he4x Lol).

***Seks bermasalah? (Cerai?)

Tentu kita sering mendengar salah satu yang menyebabkan perceraian adalah mandek-nya hubungan seks. Memang seks dalam rumah tangga sangatlah penting, namun sebaiknya dicerna kembali apa sih hakekatnya membina rumah tangga itu pada awalnya? Tentu jawaban yang paling ideal karena adanya rasa kasih sayang antar pasangan dan sebagai komitmennya diwujudkan dengan cara menikah kan! Sehingga tentu sangat disayangkan jika ada perceraian dikarenakan seks tidak berjalan dengan baik, hal ini tentunya sangat mereduksi arti pentingnya cinta sebagai landasan untuk menikah itu sendiri.

Kalaupun di dalam rumah tangga seks tidak berjalan dengan baik, namun karena kita beranggapan bahwa sexs bukan segala-galanya maka hal tersebut tidak menjadi masalah, malah akan lebih mudah diselesaikan karena masih adanya komunikasi yang baik atar pasangan, sehingga masalah hubungan seks tersebut dapat dibicarakan baik-baik dan dicari solusinya bersama-sama tanpa harus menempuh jalur perceraian.

***Seks pra-nikah mendewasakan

Banyak remaja berpikiran bahwa dengan melakukan seks maka akan menjadikan dirinya lebih dewasa dalam kehidupan sehari-hari, semakin banyak melakukan seks maka semakin baik dalam mendewasakan diri. Tentu hal ini adalah opini yang sangat salah dan merupakan salah satu dari jenis kebohongan seks yang sering kita dengar. Banyak hal dan faktor yang dapat menyatakan seseorang telah dewasa atau belum, salah satunya dengan melihat pola tingkah laku, pola pikiran, mampu bertanggung jawab atau tidak, dll. Jadi, seks bukan ukuran untuk menyatakan seseorang dewasa atau tidak-nya!