Dewasa ini pengertiang tentang seks yang sebenarnya telah banyak diartikan dengan salah dan sebaliknya malah digunakan untuk kepentigan yang sangat keliru. Oleh karena itu yang akan dibahas dalam artikel ini adalah menguak kebohongan tentang seks, yang nota-benenya nih banyak disalah artikan oleh para remaja.

Remaja sendiri adalah suatu bagian komunitas masyarakat yang sebenarnya tidak mutlak seratus persen disalahkan tentang penyalahgunaan pengertian seks ini. Sebenarnya sih, kalau menurut pribadi nih, faktor utama yang sangat mempengaruhi adalah lebih disebabkan oleh lingkungan disekitar remaja itu sendiri, sehingga mendorong perbuatan yang menyalahgunakan pegertian seks itu sendiri.

Menyinggung tentang seks, tentu kita ingin-nya kan cerdas secara seksual! Nah jika kita merasa mengaku cerdas secara seksual, maka kita juga harus berani dan tegas untuk menyanggah kebohongan yang sering kita dengar selama ini tentang hubungan seksual itu sendiri. Berikut ini beberapa kebohongan tentang seputar hubungan seksual yang mungkin pernah atau sering kita dengar di tengah opini lingkungan tempat kita tinggal:

***Seks sebagai pernyataan cinta

Nah ini nih yang sering menjadi perdebatan di kalangan remaja wanita. Banyak yang beranggapan dengan melakukan hubungan seks maka dapat diartikan sebagai ungkapan rasa kasih sayang. Biasanya cwek-cwek ABG masih memilki asumsi seperti ini nih, sehingga tak jarang bersedia melakukan hubungan pra-nikah dikarenakan sebagai perwujudan pembuktian mencintai pasangannya. Memang ada benarnya, jika seks diartikan sebagai salah satu ungkapan rasa kasih sayang dan cinta, namun dengan syarat ada komitmen yang kuat dan rasa tanggung jawab untuk melakukan hal tersebut, salah satunya dengan cara membuat komitmen untuk menikah. Di luar dari itu, seks sangat tipis jika diartikan sebagai bukti rasa cinta.

***Seks membuktikan existensi diri

Nah, kalau untuk hal yang satu ini biasanya lebih di alami oleh kaum cowok. Dengan melakukan seks maka dirinya beranggapan telah mampu melakukan sesuatu dan dapat lebih dihargai oleh teman-temannya (naik-kin gengsi dalam bahasa gaulnya maksudnya…). Sehingga pemikiran keliru ini menjadi kebiasaan buruk dech,… Missal dengan beranggapan bahwa semakin banyak melakukan seks maka semakin mampu  dan makin hebat dirinya untuk melakukan sesuatu yang lainnya dengan tingkat percaya diri yang lebih tinggi.

Hmm,…Ingat pembuktian bahwa diri kita hebat dan exist memang bagus untuk dapat memenangkan kompetisi dalam kehidupan yang keras ini, namun jika dilakukan dengan hanya banyak melakukan hubungan seks dengan ganti-ganti pasangan merupakan cara yang sangat salah. Malah banyak hal negatif yang datang tidak undang kok! Seperti penyakit kelamin, resiko hamil, dll. Masih banyak cara yang lebih konstruktif dan tentu sangat dianjurkan untuk menentukan bahwa diri kita hebat.

***Seks itu unik maka harus dicoba

Nah dalam hal ini maksudnya, banyak diantara remaja beranggapan bahwa ciuman, seks itu adalah suatu barang baru atau ketrampilan baru, sehingga harus dicoba secepatnya sebelum akhirnya akan dipakai terus menerus! Anggapan ini tentu saja sangat-lah tidak benar. Karena sebenarnya seks tersebut adalah salah satu insting dari manusia yang dapat dilakukan tanpa harus dipelajari atau di-training terlebih dahulu (Kalau belajar nyetir mobil, nah ini baru harus dipelajari,…he4x Lol).

***Seks bermasalah? (Cerai?)

Tentu kita sering mendengar salah satu yang menyebabkan perceraian adalah mandek-nya hubungan seks. Memang seks dalam rumah tangga sangatlah penting, namun sebaiknya dicerna kembali apa sih hakekatnya membina rumah tangga itu pada awalnya? Tentu jawaban yang paling ideal karena adanya rasa kasih sayang antar pasangan dan sebagai komitmennya diwujudkan dengan cara menikah kan! Sehingga tentu sangat disayangkan jika ada perceraian dikarenakan seks tidak berjalan dengan baik, hal ini tentunya sangat mereduksi arti pentingnya cinta sebagai landasan untuk menikah itu sendiri.

Kalaupun di dalam rumah tangga seks tidak berjalan dengan baik, namun karena kita beranggapan bahwa sexs bukan segala-galanya maka hal tersebut tidak menjadi masalah, malah akan lebih mudah diselesaikan karena masih adanya komunikasi yang baik atar pasangan, sehingga masalah hubungan seks tersebut dapat dibicarakan baik-baik dan dicari solusinya bersama-sama tanpa harus menempuh jalur perceraian.

***Seks pra-nikah mendewasakan

Banyak remaja berpikiran bahwa dengan melakukan seks maka akan menjadikan dirinya lebih dewasa dalam kehidupan sehari-hari, semakin banyak melakukan seks maka semakin baik dalam mendewasakan diri. Tentu hal ini adalah opini yang sangat salah dan merupakan salah satu dari jenis kebohongan seks yang sering kita dengar. Banyak hal dan faktor yang dapat menyatakan seseorang telah dewasa atau belum, salah satunya dengan melihat pola tingkah laku, pola pikiran, mampu bertanggung jawab atau tidak, dll. Jadi, seks bukan ukuran untuk menyatakan seseorang dewasa atau tidak-nya!